Beranda > Tips dan Trik > Membuat Anggaran Pos Dana Bantuan

Membuat Anggaran Pos Dana Bantuan


Menolong atau membantu keuangan orang tua serta orang yang membutuhkan memang baik. Namun jangan sampai berutang untuk melakukan itu. Buat Pos Dana Bantuan setiap bulan.

Simak tipsnya berikut ini.

Kewajiban menyantuni atau membantu keuangan orang tua sudah menjadi aturan tak tertulis. Namun yang sering terjadi masalah adalah, terkadang banyak orang yang memaksakan untuk membahagiakan orang tuanya sampai – sampai harus berutang di sana-sini, sehingga keuangan keluarganya sendiri juga ikut kewalahan.

Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, bila ada rejeki tentu kita ingin memberikan balik kepada mereka sebagai salah satu bentuk syukur. Oleh sebab itu, sebaiknya memang harus memiliki pos dana bantuan untuk anggaran tersebut juga anggaran rumah tangga rutin setiap bulan.

Kelebihan Rejeki = Pos Dana Bantuan

Dalam sebuah anggaran, kita harus dapat memisahkan tiga jenis pengeluaran secara umum.

Pertama, biaya hidup utama, yang mencakup pengeluaran rutin untuk makan, belanja bulanan, biaya utilitas seperti listrik, telepon, dan langganan TV, dan juga biaya sekolah anak.

Kedua, cicilan utang, yang mencakup seluruh cicilan bulanan kita atas utang KPR, KPM atau pun utang kartu kredit dan utang pribadi lainnya.

Ketiga, biaya gaya hidup, yang mencakup pengeluaran untuk hiburan, liburan, keanggotaan olahraga, langganan majalah dan juga bantuan saudara, hadiah serta sosial. Nah, disinilah masuknya kategori untuk bantuan saudara (orang tua), social serta hadiah tersebut.

Secara umum, jumlah keseluruhan untuk pos biaya gaya hidup maksimal sebesar 30% dari gaji bulanan. Nah, ini dengan catatan Anda tidak punya cicilan utang dalam bentuk apa pun. Jika ada cicilan utang, maka kurangilah 30% dengan jumlah porsi pembayaran cicilan Anda.

Ibaratnya ada teman yang tertimpa cat, tentu kita ingin menolong namun jangan sampa kita ikut juga tertimpa cat. Jadi, setiap kita memutuskan mengeluarkan dana bantuan, kita harus sadar dan rasional bahwa kita juga tetap harus dapat hidup secara normal. Tidak mungkin kan kita asyik membantu tetapi akhirnya kita malah berutang untuk belanja bulanan?

Dengan demikian jelaslah bahwa ada batasan dalam membantu saudara,orang tua dan teman. Setiap keluarga memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam urusan social. Sehingga, Anda dan pasangan harus dapat berkomunikasi dan sepakat mengenai batasan tersebut.

Dari sisi perencanaan keuangan, asalkan Anda dapat memenuhi kebutuhan rutin bulanan dan masih dapat menyisihkan untuk investasi, maka kelebihan rejeki yang Anda miliki dapat digunakan untuk pos dana bantuan. Khusus untuk umat muslim, izinkan kami mengingatkan bahwa zakat atas harta sebesar 2,5 % harus dapat dikeluarkan diluar pos dana bantuan.

Jadi, jangan samakan zakat atas harta dengan bantuan sosial. Jadi, buatlah anggaran bulanan. Salah satu kunci sukses menuju kebebasan financial adalah keberhasilan membuat anggaran yang realistis dan bias mewujudkannya.

Kemudian, diskusikan dengan pasangan mengenai angka dana bantuan maksimal yang dapat dikeluarkan setiap bulannya. Selalu sadar terhadap kemampuan diri sendiri adalah kuncinya. Jangan pernah membohongi diri sendiri hanya karena Anda merupakan anggota keluarga yang paling berhasil dikeluarga sehingga Anda merasa ‘harus’ untuk membantu walaupun akibatnya keluarga sendiri terlantar.

Selalu jujur terhadap perubahan situasi keuangan diri sendiri. Hidup memang seperti roda. Bila Anda sedang diatas, patutlah Anda bersyukur dan tidak ada salahnya mengulurkan bantuan bagi yang membutuhkan. Bila Anda sedang dibawah, maka bersabarlah dan tetap realistis dalam memberikan bantuan.

Semoga bermanfaat…

Kategori:Tips dan Trik
  1. November 4, 2013 pukul 10:41

    Thank you, I have recently been looking for info about this subject for ages and yours is the best I have came upon till now.
    However, what about the conclusion? Are you sure about the supply?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: