Beranda > Serba Serbi > BMW Di Kolong Rumah

BMW Di Kolong Rumah


Brunei Darussalam dikenal sebagai Negara kecil yang kaya raya.Di pihak lain, mereka masih memakai cara-cara hidup yang asli Melayu.Untuk menunjuk sesuatu mereka akan memakai jempol, bukan telunjuk, masuk rumah harus membuka alas kaki dsb.

Rumah juga kebanyakan berbentuk rumah panggung, jadi ada kolong dibawahnya.Rumah panggung ini ada yang terbuat dari beton, tetapi ada juga yang dari kayu. Bedanya, kalau kolong rumah dipedesaan kita dipakai untuk tempat menyimpan binatang, maka di Brunei dipakai sebagai garasi mobil.Karena itu kita jangan heran kalau ada rumah panggung kayu dengan BMW model terbaru dikolongnya.

Sebagian masyarakat Bandar Seri Begawan, ibukota Brunei, tinggal irumah-rumah pelantar yang terdiri atas tiang yang ditancapkan ke dalam air dipinggir S.Brunei.Dewasa ini ada sekitar 30.000 orang yang tinggal disitu.Sekitar 3000 rumah pelantar dihubungkan dengan titian sepanjang 22 km. Semua rumah termasuk tiangnya, terbuat dari kayu.

Hebatnya, rumah itu dilengkapi dengan berbagai kemudahan modern, seperti kuasa elektrik (istrik), air paip (jaringan air minum), televisyen berwarna (TV berwarna), peti sejuk (lemari es), AC dll.Mereka yang tinggal dirumah pelantar ini, yang disebut Kampong Ayer, juga memiliki mobil. Tidak jarang mobil-mobil mewah diparkir begitu saja dipinggir jalan di tepi sungai.Jadi dari rumah mereka harus naik perahu dulu menyebrangi sungai, baru kemudian naik mobil ke kantor.

Tulisan ini saya kutip dari Majalah INTISARI Edisi Januari 1991.Bisa dibayangkan kondisi Brunei Darussalam di tahun 2010 sekarang.Sudah sehebat apa di sana..??!!

Kategori:Serba Serbi
  1. Tri Romanniyah
    April 20, 2010 pukul 15:42

    wach tp bhya thu,,sex terbakar ikut ke bakar semua,,,

    • April 21, 2010 pukul 12:22

      Iya juga ya,berbahaya.
      Rumah raib, mobil juga raib.Tapi semoga tidak terjadi kebakaran.Amien..

  2. hariyadi bin acmad suryadi
    September 10, 2011 pukul 12:14

    BEtul sekali bah..?? macam orang brunai sj aq anie..hahhaha..daerah nya tertata rapi..sebelum mebangun sesuatu fasilitas sdh ada listrik. pdam dll..daerah perumahan tdk boleh ada tempat toko2 atau aktipitas dagang seperti di indonesia .. ada masalah konsleting listrik..karna instalasinya udh standar intrnasional..jarak rumah satu dengan yang lain ada halaman, tdk ada bangun pagar….jd kl masalah kebersihan, lingkungan, keamanan dll..brunei emang number one dri pada..negara kita.

  3. September 28, 2013 pukul 07:44

    Some posts cause you to smile, other posts leave you feeling sad, this particular onne makes me think,which is what I
    like the best.

  4. September 28, 2013 pukul 07:47

    I will take this opplortunity and let you knoww how much I benefit from following this blog’s posts.
    It never ever fails to make me think… Or look at
    things differently

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: