Beranda > Kesehatan > Katarak,Bukan Hanya Karena Usia yang Menua

Katarak,Bukan Hanya Karena Usia yang Menua


Banyak orang berusia lanjut menderita katarak. Namun tak semua orang paham bahwa tak hanya usia lanjut yang menyebabkan terjadinya katarak pada mata.

Selain faktor usia, terpaan sinar matahari dipercaya sebagai penyebab utama katarak. Sel-sel lensa menghasilkan seperangkat protein yang dinamakan kristalin. Protein ini berfungsi seperti serat optik, yang menyaring cahaya melalui lensa ke retina.

Namun, unsur merah, biru, hijau, kuning, dan ultraviolet (UV) dapat langsung menembus lensa mata. Dari semua unsur-unsur tadi, UV bisa merusak lensa, sedangkan sinar biru berpotensi merusak retina, yang tugasnya sebagai membran sensor pelapis mata, serta penerima gambar-gambar bentukan lensa.

Katarak juga dapat sebagai akibat dari hasil proses alami metabolisme, yang memicu terbentuknya radikal bebas. Jika tidak dinetralisasikan oleh antioksidan, oksidasi yang terlalu lama berpeluang merusak lipid, protein, dan komponen lensa mata lainnya. Akibatnya, lensa semakin keruh, dari sebelumnya transparan menjadi buram.

Menurut jenisnya, katarak terbagi menjadi tiga:
Katarak Inti (Nuclear Cataract), adalah merupakan bentuk yang umum. Katarak ini terbentuk di nukleus, bagian tengah mata, sebagai akibat pertambahan usia.
Katarak Kortikal (Cortical Cataract), yang terbentuk di cortex lensa, kemudian melebar dari pinggiran lensa menuju ke tengah. Penderita diabetes biasanya menderita cortical cataract.
Katarak Subcapsular (Subcapsular Cataract), mulai terjadi di bagian belakang lensa. Biasanya terjadi pada penderita diabetes, rabun jauh parah, retinitis pigmentosa atau orang yang menggunakan steroid dalam dosis tinggi menderita subcapsular cataract.

Gejala awal
Pada awalnya, gejala katarak hanya kecil dan tidak berpengaruh banyak pada penglihatan. Penderita hanya merasa penglihatannya agak kabur, seperti melihat melalui kaca jendela yang pekat atau melihat lukisan impresionis. Katarak juga membuat cahaya dari lampu atau sinar matahari jadi terlalu terang atau terpencar.

Jenis katarak yang diderita juga langsung mempengaruhi gejala yang dialami penderita dan seberapa cepat akan terjadi. Jika terjadi, katarak inti akan membuat pandangan jarak dekat membaik, disebut “pandangan kedua”. Sayangnya hal ini hanya berlangsung sebentar dan akan hilang seiring dengan memburuknya katarak. Sementara itu, katarak subcapsular tidak menimbulkan gejala apapun hingga benar-benar muncul.

Operasi katarak
Teknik paling awal yang digunakan untuk menghilangkan katarak adalah melalui couching, yaitu mempergunakan jarum tipis atau tongkat untuk menghilangkan katarak. Teknik ini diketahui telah digunakan sejak jaman Romawi dan abad pertengahan dan terus digunakan di banyak negara “dunia ketiga”. Namun sekarang metoda ini telah digantikan dengan cara yang lebih modern seperti operasi dan memasukkan lensa mata intraokuler (IOL). IOL adalah lensa yang diimplan di mata untuk menggantikan lensa mata alami yang berkabut karena katarak.

Ketika operasi, dokter akan melepaskan lensa mata yang berkabut, dan di kebanyakan kasus menggantinya dengan lensa mata intraokuler yang terbuat dari plastik. IOL-IOL baru terus dikembangkan untuk membuat metode operasi yang lebih sederhana dan lensa mata yang lebih membantu pasien. Sebuah contoh adalah IOL tipe baru yang membuat pasien bisa melihat seluruh kejauhan, tidak hanya satu. IOL baru juga diharapkan bisa menangkal sinar ultraviolet dan cahaya biru, yang bisa merusak mata.

Dengan operasi katarak, penglihatan bisa dipulihkan kembali. Di Amerika Serikat lebih dari 1,5 juta operasi katarak dilakukan setiap tahunnya. Berita baiknya adalah, sembilan dari sepuluh orang yang menderita katarak bisa memperoleh penglihatannya kembali.

Mencegah katarak
Antioksidan, dalam hal ini senyawa pada makanan yang membantu dipertahankannya sel dan jaringan pada lensa dan organ-organ sehat lainnya. Di dalam lensa mata, terkandung sejumlah besar vitamin C dan E, juga lutein dan zeaxanthin.

Penelitian Paul Jacgues, kepala Nutritional Epidemiology Program melaporkan, nutrisi antioksidan turut berperan dalam pencegahan katarak nuclear. Penelitiannya membuktikan, wanita dengan konsumsi vitamin C dan E, riboflavin, folat, betakaroten, lutein, dan zeaxanthin tertinggi, memiliki kecenderungan terkecil menderita kekeruhan nuclear ketimbang wanita pengonsumsi nutrisi rendah. (P.F. Jacques. 2005. Prospective study of dietary fat and risk of cataract extraction among U.S. women. American Journal of Epidemiology 161(May 15):948-959.)

Berdasarkan penelitian tersebut, bisa dilihat, wanita yang mengonsumsi vitamin C dan E selama sedikitnya 10 tahun juga cenderung terhindar dari kekeruhan nuclear, ketimbang mereka yang tidak. Diindikasikan juga, wanita yang banyak mengonsumsi karoten dan tidak merokok, lebih kecil beresiko menderita katarak.

Semoga bermanfaat…

Kategori:Kesehatan
  1. Februari 6, 2010 pukul 15:39

    Artikel yang menarik, blog Anda juga bagus…sukses ya 🙂
    http://mobil88.wordpress.com

  2. November 23, 2011 pukul 15:50

    Saya sejak usia 6 thn mnglami pandangan yang kabur, dan ada bintik putih yang ukuranya masih kecil..
    Gimana usahanya untuk menghilangkan selain dengan cara operasi…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: